Jumat, 29 April 2016

Adab terhadap Mushaf Al Qur'an



mungkin ini sedikit informasi yang kebanyakan masyarakat hanya bisa membaca al-Qur'an tapi tidak mengetahui adab terhadap al-Qur'an, ada seorang saudara kita menanyakan akan hal tersebut. dibaca yaa selanjutnya penjelasannya ada dibawah ini :)


(SYAIKH IBNU UTSAIMIN)
Pertanyaan: Bagaimanakah hukumnya jika kita mengetahui mushaf Al Qur'an diletakkan di berbagai tempat seperti di tas-tas atau tempat yang lebih rendah , baik itu di dalam masjid maupun di luar masjid, atau kadang posisi kita dengan Al Qur'an sejajar atau bahkan mushaf lebih rendah. Kadangkala di dalam tas ada mushaf dan kertas-kertas bertuliskan ayat Allah , kemudian kita letakkan tas tersebut di lantai, di ujung kaki atau di atas kaki kita dan kita melakukannya tanpa ada niatan yang buruk. Apakah yang harus kita lakukan, apakah kita perlu merubah tempat duduk atau mushafnya yang kita robah posisinya?
Jawab : Bismillahirrahmanir rahiim segaala puji bagi Allah semata dan sholat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam beserta sahabat dan orang yang mengikuti beliau hingga hari kiamat amma ba'du: Adalah hal yang tidak diragukan lagi bahwa menghormati kitab Allah merupakan bagian kesempurnaan iman dan merupakan pengagungan terhadap Allah azza wa jalla. Dan jika ada seseorang yang menjulurkan kaki (selonjor) sedangkan di depannya ada mushaf atau seorang duduk di atas kursi sedangkan di bawahnya ada mushaf , maka ini termasuk dalam perbuatan yang "mentiadakan kesempurnaan pengagungan terhadap Al Qur'an" Sehingga ahli ilmu berkata adalah perbuatan makruh jika seseorang menjulurkan kaki ke arah mushaf, walaupun maksud dan niatnya bersih dari segala makar jahat, kecuali jika hal itu ia sengaja dalam rangka menghina mushaf, maka hal ini termasuk perbuatan kufur. Karena Al Qur'an adalah kalamullah. Maka jika anda suatu ketika menjumpai seseorang menjulurkan kaki ke arah mushaf , baik mushaf itu berada di dalam tas atau di lantai . Atau anda melihat ada orang yang duduk di atas kursi sedangkan mushaf ada di bawahnya, maka ambillah mushaf itu dan taruh di tempat yang semestinya. Kemudian katakanlah kepada orang tersebut " Janganlah kaki Anda berselonjor ke arah mushaf, hormatillah kalamullah".
Dalil dari apa yang saya kemukakan adalah "karena perilaku tersebut mentiadakan rasa hormat kepada kalamullah". Karena itu coba Anda pikirkan jika ada seseorang yang Anda hormati ada di depan atau di sisimu, maka Anda mesti akan berusaha tidak menjulurkan kaki semampu Anda guna memberikan rasa hormat kepada orang tersebut , maka jika demikian halnya mushaf Al Qur'an lebih berhak Anda beri perlakuan seperti itu.

Kamis, 28 April 2016

Hukum Mendengarkan Lagu atau Musik dalam Islam

kenapa aku nge-post ini? dari aku SMP, aku masih bingung dengan music ataupun lagu, pada saat SMP aku hanya tahu bahwa music sama sekali tidak boleh didengar trus hukumnya haram dan hanya boleh dengar lagu yang tidak ada musiknya sama sekali. tapi ada juga yang bilang bahwa boleh, nah disini aku baru mengerti hukumnya mendengarkan music, mungkin bagi pembaca yang masih bingung bagaimana penjelasannya, langsung aja dibaca yaa artikelnya.. semoga dengan baca artikel ini, pembaca semua jadi mengerti hukumnya.


Islam merupakan sekumpulan aturan sebagai petunjuk bagi umatnya untuk menjalani kehidupan ini. Sehingga setiap laku manusia pasti ada hukumnya termasuk menciptakan atau mendengarkan musik. Musik adalah sebuah karya seni tempat mencurahkan hasil olah cipta rasa dan karsa. Oleh karenanya tentu ada hukumnya.
  • Surah Luqman: (6):
    Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.”
  • Surah An-Najm: (59-61):
    “Maka apakah kalian merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kalian menertawakan dan tidak menangis? Sedangkan kalian ber-sumud?”
    (Ibnu Abbas menafsirkan bahwa sumud itu adalah bernyanyi)
  • Hadits Abu ‘Amir atau Abu Malik Al-Asy’ari bahwa Rasulullah saw bersabda:
    Akan muncul di kalangan umatku, kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik”(HR. Al-Bukhari, 10/5590)
  • Berbagai pendapat ulama menjelaskan bahwa:
  • Ibnu Taimiyah: “Seorang hamba jika sebagian waktunya telah tersibukkan dengan amalan yang tidak disyari’atkan, dia pasti akan kurang bersemangat dalam melakukan hal-hal yang disyari’atkan dan bermanfaat. Oleh karena itu, kita dapati pada orang-orang yang kesehariannya dan santapannya tidak bisa lepas dari nyanyian, mereka pasti tidak akan begitu merindukan lantunan suara Al Qur’an. Mereka pun tidak begitu senang ketika mendengarnya. Mereka tidak akan merasakan kenikmatan tatkala  mendengar Al Qur’an dibanding dengan mendengar bait-bait sya’ir (nasyid). Bahkan ketika mereka mendengar Al-Qur’an, hatinya pun menjadi lalai.”
  • Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Imam Malik dalam kitab Mughni al-Muhtaj berpendapat bahwa mendengarkan musik hukumnya adalah makruh.
  • Imam As-Syaukani dalam Naylul Authar menyebutkan, masyarakat Madinah dan para ulama yang sependapat dengan mereka, serta ahli sufi, memberikan keringanan dalam hal lagu, meski menggunakan alat musik.
  • Abu Mansour al-Baghdadi al-Syafi’i dalam bukunya As-Simaa’ menyebutkan, Sahabat Abdullah bin Ja’far berpendapat tidak ada masalah dengan lagu, ia mendengarkan lagu-lagu yang dipetik hambanya. Hal itu Ia lakukan pada masa kekhalifahan Ali ra. Begitu juga sahabat lainnya, Kadhi Syureih, Sa’id bin al-Musayyab, Atha’ bin Abi Rabah, Az-Zuhri dan al-Sya’bi.
  • Imam al-Ghazali berpendapat: mendengarkan musik atau nyanyian tidak berbeda dengan mendengarkan perkataan atau bunyi-bunyian yang bersumber dari makhluk hidup atau benda mati. Setiap lagu memiliki pesan yang ingin disampaikan. Jika pesan itu baik dan mengandung nilai-nilai keagamaan, maka tidak jauh berbeda seperti mendengar ceramah/nasihat-nasihat keagamaan. Juga sebaliknya.
  • Al-Quran tidak menjelaskan hukum mendengarkan lagu atau musik secara tegas. Dalam hal muamalah, kaidah dasarnya adalah: al-ashlu fi al-asyaa al ibahah (segala sesuatu hukumnya adalah boleh). Batasan dari kaidah tersebut adalah selama hal tersebut tidak bertentangan dengan hukum Islam (syariat).
    Para ulama yang mengharamkan musik mendasarkan argumennya pada surat Luqman ayat (6) yang menyebutkan bahwa orang yang mengucapkan perkataan yang tidak bermanfaat akan mendapatkan adzab yang pedih. Artinya, bahwa musik yang berupa suara yang keluar dari alat musik dan ber-ritme secara teratur bukanlah merupakan ucapan yang mengandung perkataan jelek. Yang mengandung perkataan adalah lagu. sedangkan lagu tidak semuanya mengandung kata-kata yang jelek atau mengarah pada perbuatan maksiat. Untuk lagu yang mengandung kata-kata yang tidak baik dan mengarah pada perbuatan maksiat tentu hukumnya haram, sedangkan lagu yang berisi lirik yang baik apalagi bernada syiar, maka hukumnya boleh. Jadi yang mempengaruhi hukum musik itu bukan musiknya, melainkan sesuatu yang lain di luar musik, seperti lirik lagu yang berisi kata-kata yang tidak baik.
    Sebagaimana yang dikatakan al-Ghazali, larangan tersebut tidak ditunjukkan pada alat musiknya (seruling atau gitar), melainkan disebabkan karena “sesuatu yang lain” (amrun kharij). Di awal-awal Islam, kata al-Ghazali, kedua alat musik tersebut lebih dekat dimainkan di tempat-tempat maksiat, sebagai musik pengiring pesta minuman keras.Hal ini tentu dilarang.
    Musik juga dapat menjadi makruh bahkan bisa haram ketika membuat orang yang membuat atau mendengarkannya menjadi lalai akan kewajibannya kepada Allah swt. Sama halnya dengan bermain game, jalan-jalan, nonton TV bahkan bekerja akan menjadi haram jika menjadikan seseorang lalai akan kewajibannya kepada Allah. Berbeda dengan judi, yang meskipun tidak mengganggu waktu shalat misalnya, tapi tetap diharamkan. Karena sekalipun al-Quran tidak menyatakan hukum judi secara tegas, tentu dilihat dari madharatnya, hukumnya adalah haram.
    Di sisi lain, kita tidak dapat menghentikan arus globalisasi. Musik sudah terdengar di setiap sudut ruang kehidupan kita. Jika kita tidak membuat musik alternative yang dapat mendekatkan diri kepada Allah swt, seperti yang dilakukan oleh Opick dkk, maka generasi kita hanya akan mendengarkan lagu-lagu cinta dan bahkan lagu-lagu dengan lirik yang tidak mendidik.
    kesimpulannya yaitu:
  • Musik tidak haram, yang membuat haram adalah amrun khorij (faktor di luar) musik, seperti sebagai pengiring pesta miras, musik erotis, musik dengan lirik lagu porno. Jadi substansinya tidak haram.
  • Hukum mendengarkan musik adalah kondisional, tergantung dari untuk apa dan bagaimana efeknya. Jika dengan mendengarkan musik menjadi lupa shalat, membaca al-Qur’an dsb yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, maka hukumnya adalah haram. Tapi mubah jika sebaliknya.

  • sumber: hukum-islam.com
    -Student of Al-Aziz IBS-

    Selasa, 26 April 2016

    Kisah Syahidah Pertama Sumayyah Binti Khayyat


    Diantara wanita muslimah, pasti ada yang menginginkan pahala mati syahid. Mati karena berjuang di jalan Allah swt akan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya seperti sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “ Allah menjamin bagi orang yang berperang di jalan-Nya; dia tidak keluar kecuali untuk jihad di jalanKu dan dia beriman kepadaKu dan membenarkan para rasulKu, maka Aku menjamin akan memasukkannya ke dalam syurga atau mengembalikannya pulang ke rumahnya dengan pahala dan harta rampasan perang.”

    Sungguh besar balasan yang diberikan Allah bagi para syahidah, tetapi syurga yang dijanjikan Allah tentunya harus didapatkan dengan perjuangan sungguh-sungguh. Mati syahid bukanlah hal mudah. Hanya yang memiliki keimanan kuat yang sanggup melakukannya. Seperti kisah wanita muslim yang syahid pertama kali bernama Sumayyah Binti Khayyat.

    Keteguhan Imannya Berbuah Syahid…

    Sumayyah Binti Khayyat hanya seorang budak wanita dari Abu Hudzaifah bin Mughirah yang kemudian dinikahi oleh pemuda bernama Yasir. Keduanya hidup harmonis dan mendapatkan dua nak laki-laki bernama Ammar dan Ubaidullah.

    Keluarga kecil Sumayyah Binti Khayyat mulai mengenal Islam dari Ammar. Ammar yang pertama kali memeluk Islam kemudian menceritakannya pada kedua orang tuanya. Ajaran Rasulullah disampaikannya dengan penuh keyakinan, hingga Yasir dan Sumayyah terbuka hati dan pikirannya untuk ikut memeluk Islam.

    Mendengar keluarga Sumayyah memeluk Islam, penguasa di kala itu Bani Makhzum murka dan memerintahkan pasukannya untuk menangkap seluruh anggota keluarga Sumayyah. Mereka pun ditangkap dan disiksa dengan kejam. Pasukan yang dipimpin oleh pangliman Abu Jahal memaksa Sumayyah dan keluarganya untuk meninggalkan Islam sebagai agamanya. Tetapi Sumayyah menolak denga tegas, baginya Allah adalah satu-satunya Tuhan yang ia sembah. Darah Abu Jahal mendidih melihat keteguhan hati Sumayyah dan keluarganya. Abu Jahal kemudian membuang mereka ke padang pasir yang kering dan panas. Dada Sumayyah ditindis dengan bongkahan batu, tetapi beliau tetap menyebut nama Allah sambil merintih.

    Tidak berhenti penyiksaan terhadap Sumayyah, Abu Jahal lalu menusukkan tombak yang digenggamnya ke dalam kemaluan Sumayyah hingga tewas. Keimanan Sumayyah yang tidak goyah walau mendapat siksaan berat dari penguasa menjadikannya sebagai wanita muslim pertama yang merasakan mati syahid. Rasulullah SAW telah menjamin syurga adalah tempat sumayyah, “Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kalian adalah surga.”

    Begitulah perjuangan seorang budak wanita yang imannya tidak dapat diambil oleh penguasa sekalipun. Apakah keimanan kita sudah sekuat Sumayyah? Apakah diri kita sudah siap dengan beratnya ujian Allah? Bisakah kita mempertahankan aqidah ini?

    Semuanya tergantung pada bagaimana cara kita meningkatkan kualitas iman, karena iman adalah perisai. Seberat apapun cobaan hanya iman yang membuat lisan selalu menyebut nama-Nya, membuat hati teguh untuk tetap menyembah-Nya.

    sumber: Alfathun Nisaa

    Kamis, 21 April 2016

    Mengapa Israel Mengincar Anak-Anak Gaza?


    “Saya bersumpah, akan saya bakar setiap anak yang dilahirkan di daerah (Palestina) ini. Perempuan dan anak-anak Palestina lebih berbahaya dibandingkan para pria dewasa, sebab keberadaan anak-anak Palestina menunjukkan bahwa generasi itu akan berlanjut...”
    [Ariel Sharon, PM Israel: 1956]


    AGRESI militer Israel yang dimulai dari 27 Desember 2008 silam tak pelak lagi memang memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

    Seperti yang diketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900 orang lebih. Total, sekitar di atas 1500 Muslim Gaza meninggal.

    Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.
    Sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Khaled Misyal, pemimpin Hamas yang rumahnya sekarang ini kemungkinan dihantam roket juga, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz Al-Quran.

    Anak-anak ini tampaknya yang menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi.

    “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Al-Quran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

    Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Al-Quran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Alquran. Tak ada main video-game atau mainan-mainan bagi mereka.

    Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Pada tahun 2008, sekitar 500 bocah penghafal Quran telah syahid. []





    Sabtu, 16 April 2016

    Surat Sang Mujahidah Dari Bumi Palestina Kepada Para Akhwat Di Indonesia


    Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…
    Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:
    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,
    Amma ba’du…


    Kami adalah saudari-saudari muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:

    “Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”

    Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.

    Dari bumi Palestina,medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.

    Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah; karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:

    “Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

    Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat? Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”

    Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.

    Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina

    sumber: www.eramuslim.com

    Youth Generation That Brings Alteration

    Assalamu’alaikum wr.wb

    contoh pidato bahasa inggris dan Artinya
    Youth is a figure that always brings alterations. Alteration in life order of some era is quite influenced by the role of youths. In 1982, youths gathered altogether and then took the pledge in order to tighten the unity of Indonesia. This pledge was known as Youth Pledge. All youths from all over Indonesia from various ethnics, cultures, languages, and regions strove for retaking the independence of nation altogether.
    Who doesn’t know Mr. Soekarno, our first president of Indonesia? Nobody doubted him in each of his speech to encourage the youths in maintaining the independence of Indonesia. The long journey of Indonesia to the national independence shows us how great the influence was regarding our nation’s life. And then as the youth Muslim generation, what have we contributed to society, nation, religion, and especially our own selves? Have we given any alteration?
    A Muslim youth should go on with positive alterations day after day in his or her life. How a loss if a Muslim youth is seen to be worse than yesterday. The success of a youth in dealing with a number of life handicaps along with the good alterations will be the basic in how he or she brings alterations to his or her surroundings and those that are bigger than that.
    To all of my companions that I proud of,
    Dr. Yusuf Qardhawi said that there are three things that underlie a youth as a foundation of alteration;
    1. Youths come with brilliant brain
    2. Youths have strong physicals
    3. Youths behave objectively
    From the three points above, we can come to the conclusion that to bring the balance of physical alterations, youths also need to take into consider of three things that underlie spiritual alterations:
    1. Youths need to have strong faith
    2. Youth need to be always istiqamah in performing any religious services and duties
    3. Youths have good manners or akhlak khasanah
    Ladies, gentlemen, and all the companions blessed by Allah
    It’s about the time for Muslim youths to rise up for creating alterations in every line of life and keeping as well as maintaining the self-image of Islam. Moreover, Islam has been being besieged from all over the directions. We need to increase our knowledge about Islam by reading various books. Not only Islamic books but also those books whose contents sometimes offense the world of Islam. Thus, youth generations can have the provisions to become the agents of alteration.
    Make our youth as the time that’s full of benefits and all the good things before the coming of old age, when all of our spirits would fade away. What are we waiting for, if we can do the alteration now? Use our youth times to become the part of Islam’s awakening history in Indonesia.
    That’s all I could say. I wish we can meet again someday. Please forgive me for the mistakes on my words.
    surmber: www.belajaringgris.net

    Selasa, 12 April 2016

    Love them more than love my self


    Opi tidak tahu, sampai kapan opi bisa menemani setiap langkah umi sama abi
    Opi tidak yakin, apakah esok, lusa  atau pun detik berikutnya Opi masih bisa menikmati senyum yang tak pernah berubah itu
    Umi dan Abi bagaikan malaikat dan pahlawan hidup opi
    Hadir, di tangisan pertama opi hingga tangisan opi yang terakhir ini
    Di setiap detik hidup umi dan abi
    Umi dan Abi selalu menyempatkan untuk mendoakan opi
    Agar opi kelak menjadi seseorang yang berguna
    Selalu bahagia
    Selalu diberikan kesehatan
    Pandai dalam hal apa pun
    Dan mendapatkan pendamping yang terbaik
    Untuk opi dan agama opi
    mi, bi..
    Opi juga selalu mendoakan umi dan abi
    Agar selalu sehat
    Selalu diberi kesabaran dalam menghadapi opi dan masalah-masalah yang umi abi hadapi
    Dilancarkan terus rezekinya
    Diberikan kesehatan dan dijauhi dari segala penyakit
    Diampuni dosa-dosa nya
    Terimakasih umi, abi
    Udah rawat opi dari kecil yang opi belum ngerti apa-apa sampai sebesar ini ..
    Opi sangat bahagia karena bisa dilahirkan dari umi dan abi,
    mungkin, kalau umi tidak sama abi, opi gaakan ada didunia ini
    Makasih karena dengan didikan umi sama abi, dengan abi sama umi bawa opi ke dunia pesantren, opi jadi banyak tau tentang dunia islam yang lebih dalam, bisa ngafal Qur'an lebih serius, dan bisa lebih mandiri..
    saat opi SD, mungkin disana opi masih gangerti apa-apa, Alhamdulillah opi baru sekali seumur hidup, mencoba sekolah negri yang keadaan disana tuh ga kekontrol banget antara guru dengan murid atau murid dengan gurunya, untungnya saat itu opi belum baligh..
    tapi di SMP atau SMA opi bisa tau gimana cara ngontrol diri dengan yang bukan mahram tuh gimana, dengan godul bashar, opi jadi tau gimana sih perilaku muslimah yang baik, dengan pakaian yang baik, bicara yang seperlunya, disini juga opi masih proses buat jadi yang lebih baik mi, bi.. do'ain yah biar opi bisa jadi muslimah penghafal 30 juz, dan berakhlak muslimah yang baik. maaf ya mi, bi kalo opi punya banyak salah eh, emang pasti banyak salah ke umi dan abi baik disengaja maupun tidak. jujur ya mi, bi, opi ga berani ngomong kaya gini secara langsung, tapi mungkin dengan ditulis seperti ini , semua yang ada dihati opi bisa dibicarain disini.. hehe
    mungkin hanya itu yang bisa opi omongin ke umi sama abi.. pokoknya opi sayaaaaang banget sama umi sama abi.. :) :* ({})

    Mujahidah Struggle, Hey You!


    yes you, stop being unhappy with your self
    You are perfect
    stop wishing you looked like someone else or wishing people liked you as much
    as they like someone else.
    stop trying to get attention from those who hurt you.
    stop hating yourself, your personality, your quicks.
    love them.
    without those things you wouldn't be you.
    and...
    why do you want to be anyone else?
    be confident with who you are.
    just love your imperfection.
    they make you, you and you is pretty amazing.
    Thanks to Allah, our lord. He's the greatest!
    Just want to let you know.. that du'a is our best weapon, our strength..
    ask Allah what ever you want! He always be with you..
    ask forgiveness >> you are beautiful
                              >>you are lovely
                              >>you are still wake up
                              >>you are still breathing
     say Alhamdulillah :)
    remember guys!! Your future is brither than this lamp
                                 Less important to have many friends but more important to have real Ones!
    and.. when you at your worst down, just remember, Allah always listen to you..

    -for those who read this, thankyou-                                                              -mayabwz-

    Our life struggle



    Our life struggles come in many forms. Some struggles may be regarding money, love, careers or about things we cannot fathom. Our life struggles know no age, race, andreligion or where you are located in this vast world.
    The struggles that we endure in our lifetime might be a cakewalk to others. What is the bottom line? How do we survive our struggles? How do we escape the despair? It’s easy, look inside you!
    You have to look at your own capabilities. You have to see what you can physically do and what you can’t. There are amazing people all around the world who overcame their physical issues that are doing amazing things. So, you can’t use your physical condition as an excuse to get out of your struggle. Once you have an idea of what you can do physically you can move on to your emotional journey.
    Emotionally, where do you stand? How strong are you? Are you a take the bull by the horns type person or are you the kind of person that has someone come over and literally help you get off the couch? If you are the later, why are you depending on others? Get up and brush off your knees and let’s get going! No one is going to knock on your door and hand you money to pay your bills! No one is going to knock on the door and say “I’ll hire you.” Lastly, you will never find a mate just waiting for him/her to come knocking at your door.
    I have been blessed in many ways in my life; my family, experiences and the people that I have met. I have not been fortunate enough to travel; it’s a goal of mine that one day I will achieve. So, I can only imagine through television and newspaper and friends some of the things other countries have to endure.
    As I stated, I have been blessed in many ways. I didn’t have to travel by foot to get to a job that took 5 hours to get there. My water comes out of the tap in the kitchen, I didn’t have to walk to get it and haul a big container of it back home. I had food, during my childhood we ate a lot of the same meal every day of the week, but we ate. I had the luxury of going to school.
    How do you overcome your life struggles? You get up and just do it! You get up and make the changes that you have to. You should be thankful for what you have; you have been blessed to have it, many others don’t! You pray when you lose your inner strength, you ask for guidance in case you lost your direction. You take a good long look at yourself and realize all that you are capable of. You learn who you are and how strong you are. You realize that just because your life struggles are this way at this very moment, you have hope and faith in yourself to change it. Struggles do not know any language; they don’t care who you are or where you live. Life struggles will come and go but they are there for a reason and that’s to make you stronger.
    by: Tami Principe

    Sumayyah (Hati seorang Mujahidah)



    Dalam diri selembut sutera
    Kau memiliki iman yang teguh
    Kau nyalakan obor agama dirimu bak lentera
    dibelengu jahiliah kau tempuh dengan berani
    Walau pun jasadmu milik tuan
    Tetapi hatimu milik Tuhan

    Padang pasir menjadi saksi
    ketabahan keluarga itu
    Tika suami dan anak dibaring mengadap mentari
    Disuruh memilih iman atau kekufuran
    Samar jahiliah atau sinaran akidah

    Sabarlah keluarga Yasir
    Bagimu syurga disana
    Dan kau pun tega memilih syurga
    Walau terpaksa mengorban nyawa
    Lalu tombak yang tajam menikam
    jasadmu yang tiada bermaya
    Namun iman didadamu sedikit tidak berubah

    Darahmu menjadi sumbu pelita iman
    Sumayyah kaulah lambang wanita solehah
    Tangan yang disangka lembut
    menghayun buaian
    Mengoncang dunia mencipta sejarah

    Sumayyah kau dibunuh didunia sementara
    Untuk hidup disyurga yang selama-lamanya
    Kaulah wanita terbaik, sebaik manusia
    Namamu tetap menjadi sejarah



    Jumat, 01 April 2016

    Popular Posts

    Blogger templates

    Diberdayakan oleh Blogger.

    About me

    Foto saya
    Di akhirat nanti, kita tidak akan ditanya, 'mengapa kalian tidak meraih kemenangan?' tapi, kita akan ditanya 'mengapa kalian tidak berjuang?' -Dr.Yusuf Al-Qaradhawy-

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *


    Widget by KaraokeBatak

    About

    EVE - Wall-E

    Blogger templates